Jumat, 22 November 2013

Aktualisasi Perwujudan Wawasan Nusantara Memperkokoh Ketahanan Nasional Dalam Permbangunan Menghadapi Era Globalisasi

Aktualisasi Perwujudan Wawasan Nusantara Memperkokoh Ketahanan Nasional Dalam Permbangunan Menghadapi Era Globalisasi NAMA : Muhammad Riszky NPM : 16113114 KELAS : 1 KA 05 Daftar isi Bab I Pendahuluan 1.1 Latar belakang …………………………………………………..1 1.2 Maksud dan tujuan………………………………………………2 1.3 ruang Lingkup……………………………………………………3 Bab II Pembahasan (Aktualisasi Perwujudan Wawasan Nusantara) 2.1 Aspek Ideologi………………………………………………4 2.2 Aspek Politik………………………………………………...8 2.3 Aspek ekonomi………………………………………………9 2.4 Aspek sosial budaya…………………………………………10 2.5 Aspek pertahanan keamanan………………………………..11 Bab III Penutup 3.1 Kesimpulan ……………………………………………….14 3.2 Saran………………………………………………………...15 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dimulai dari adanya gerakan-gerakan separatis yang bermunculan dari berbagai wilayah NKRI ini yang ingin memerdekakan wilayahnya masing-masing. Sementara itu pemerintah masih belum bisa mengambil tindakan tegas kepada pelaku yang mengganggu pertahanan dan keamanan Nasional. Bila keadaan bangsa ini dibiarkan terus larut kedalam situasi sebagaimana gambaran diatas, serta tanpa upaya nyata untuk segera mengatasinya, dapat dipastikan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia akan menjadi semakin rapuh. Sebagai wujud kepedulian dan tanggungjawab terhadap nasib bangsa saat ini penulisan ilmiah seperti ini juga berpengaruh. Karena di dalamnya terdapat berbagai aspek-aspek yang berpengaruh terhadap pertahanan dan keamanan Nasional. Dalam upaya mencapai tujuan nasional, setiap bangsa melakukan kegiatan pembangunan disegala bidang dengan berpedoman kepada wawasan nusantara yang memandang negara dan bangsanya sebagai satu kesatuan yang utuh. Dalam melakukan pembangunan, secara langsung maupun tidak langsung selalu akan menghadapi tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, untuk itu suatu bangsa perlu memiliki ketahanan, daya tahan, keuletan, dan ketangguhan guna menghadapi tantangan di era globalisasi seperti saat ini sehingga program pembangunan nasional dapat dilaksanakan dalam mencapai tujuan nasional. 1.2 Maksud Dan Tujuan A. Maksud Penulisan ilmiah ini disusun dengan maksud memberikan gambaran aktual tentang perkembangan situasi dan kondisi pertahanan dan keamanan. Sehingga menguatkan kesatuan dan persatuan bangsa yang saat ini sudah mulai memudar. Agar, bisa berhasil untuk menata kembali perikehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. B. Tujuan Penulisan ilmiah ini diharapkan menjadi acuan di dalam peningkatan kesatuan dan persatuan dalam masyarakat, memberikan inspirasi-inspirasi tentang penyelenggaraan pemantapan nilai‐nilai kebangsaan, sehingga proses perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi dan pengembangannya berjalan lancar, efisien dan efektif. 1.3 Ruang Lingkup Ruang lingkup dalam penulisan ilmiah ini adalah seluruh aspek yang bersangkutan terhadap pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu juga mencakup aspek-aspek pendukung kesatuan dan persatuan Negara ini. Sedangkan selain dari aspek-aspek tersebut penulisan ilmiah tidak memberikan ruang lingkup. Maka dari itu, sebagian aspek-aspek ini menjadi hal yang khusus di dalam penulisan ini. Dalam penulisan makalah ini penulis akan memberikan batasan masalah pada “Aktualisasi Perwujudan Wawasan Nusantara Memperkokoh Ketahanan Nasional dalam Pembangunan Menghadapi Era Globalisasi” yang mencakupi hal – hal penting dari segala aspek kehidupan antara lain: Ø Aspek Ideologi Ø Aspek Politik Ø Aspek Ekonomi Ø Aspek Sosial Budaya Ø Aspek Pertahanan dan Keamanan. BAB II Aktualisasi Perwujudan Wawasan Nusantara 2.1 Aspek Ideologi Dapat diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan ideologi bangsa Indonesia. Ketahanan ini diartikan mengandung keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia. A. Macam-macam Ideologi: A. Ideologi Dunia B. ideologi Pancasila 1. Aspek Ideologi Secara etimologis, ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu idea dan logia. Idea berasal dari idein yang berarti melihat. Idea juga diartikan sesuatu yang ada di dalam pikiran sebagai hasil perumusan sesuatu pemikiran atau rencana. Kata logia mengandung makna ilmu pengetahuan atau teori, sedang kata logis berasal dari kata logos dari kata legein yaitu berbicara. Istilah ideologi sendiri pertama kali dilontarkan oleh Antoine Destutt de Tracy (1754 - 1836), ketika bergejolaknya Revolusi Prancis untuk mendefinisikan sains tentang ide. Jadi dapat disimpulkan secara bahasa, ideologi adalah pengucapan atau pengutaraan terhadap sesuatu yang terumus di dalam pikiran. Menurut saya, ada dua jenis aspek ideologi yang kita kenal saat ini yaitu Ideologi Dunia danIdeologi Pancasila. A. Ideologi Dunia 1. Liberalisme Aliran pikiran perseorangan atau individualistik. Aliran pemikiran ini mengajarkan bahwa negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua individu dalam masyarakat itu (kontrak sosial). Liberalisme bertitik tolak dari hak asasi yang melekat pada manusia sejak ia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapa pun termasuk penguasa kecuali atas persetujuan yang bersangkutan. Paham Liberalisme mempunyai dasar-dasar kebabasan dan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individu secara mutlak, yaitu kebebasan mengejar kebahagiaan hidup di tengah-tengah kekayaan materil yang melimpah dan dicapai dengan bebas. 2. Komunisme Aliran pikiran golongan (class theory) yang diajarkan oleh Karl Marx, Engels dan Lenin pada mulanya merupakan kritik Kark Marx atas kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada awal revolusi industri. Aliran pemikiran ini beranggapan bahwa negara adalah susunan golongan (kelas) untuk menindas kelas lain. Golongan ekonomi kuat menindas ekonomi lemah. Golongan borjuis menindas golongan proletar (kaum buruh). Karena itu Marx menganjurkan agar kaum buruh mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan negara dari golongan kaya kapitalis dan borjuis agar kaum buruh dapat ganti berkuasa dan mengatur negara. Sesuai dengan aliran pikiran yang melandasi komunisme. 3. Faham Agama Negara membina kehidupan keagamaan umat dan bersifat spiritual religius. Bersumber pada falsafah keagamaan dalam kitab suci agama. Negara melaksanakan hukum agama dalam kehidupan dunia. B. Ideologi Pancasila Ideologi Pancasila Merupakan tatanan nilai yang digali (kristalisasi) dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia. Kelima sila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung didalamnya. Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan yang dari luar/dalam, langsung/tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia. Untuk mewujudkannya diperlukan kondisi mental bangsa yang berlandaskan keyakinan akan kebenaran ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara serta pengamalannya yang konsisten dan berlanjut. Distorsi pemahaman dan implementasi yang terjadi saat ini, dapat kita amati fenomenanya antara lain : • Terjadinya kemerosotan (dekadensi) moral, watak, mental dan perilaku/ etika hidup bermasyarakat dan berbangsa terutama pada generasi muda. • Gaya hidup yang Hedonistik, materialistik konsumtif dan cenderung melahirkan sifat ketamakan atau keserakahan, serta mengarah pada sifat dan sikap individualistik. • Timbulnya gejala politik yang berorientasi kepada kekuatan, kekuasaan dan kekerasan, sehingga hukum sulit ditegakkan. • Persepsi yang dangkal, wawasan yang sempit, beda pendapat yang berujung bermusuhan, anti terhadap kritik serta sulit menerima perubahan yang pada akhirnya cenderung anarkhis. • Birokrasi pemerintahan terlihat semakin arogan berlebihan, cenderung KKN dan sukar menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat. Pemberan-tasan korupsi yang berakar pada birokrasi ini yang terasakan amat sulit karena telah membudaya. Upaya memperkuat Ketahanan Ideologi memerlukan langkah pembinaan sebagai berikut: 1. Pengamalan pancasila secara obyektif dan subyektif 2. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia 3. Pendidikan moral Pancasila 4. Sesanti Bhineka Tunggal Ika dan konsep Wawasan Nusantara bersumber dari Pancasila 2.2 Aspek Politik Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan politik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan Negara Republik Indonesia berdasar Pancasila dan UUD 1945. Upaya mewujudkan ketahanan pada aspek politik sebagai berikut: A. Politik Dalam Negeri B. Politik Luar Negeri A. Politik Dalam Negeri 1. Sistem pemerintahan yang berdasarkan hokum 2. Mekanisme politik yang memungkinakan adanya perbedaan pendapat 3. Terjalin komunikasi politik timbal balik antara pemerintah dan masyarakat B. Politik Luar Negeri 1. Hubungan luar negeri ditujukan untuk meningkatkan kerjasama interansional di berbagai bidang. 2. Politik luar negeri terus dikembangkan menurut prioritas dalam rangka meningkatkan persahabatan dan kerjasama antar Negara 3. Peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilaksanakan dengan pembenahan sistem pendidikan, pelatihan dan penyuluhan 4. Perjuangan bangsa Indonesia yang menyakut kepentingan Nasional Politik Luar Negeri Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah bebas dan aktif. Bebas yaitu Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Aktif yaitu Indonesia dalam percayuran internasional tidak bersifat reaktif dan tidak menjadi obyek, tetapi berperan atas dasar cita-citanya. Untuk mewujudkan ketahanan aspek politik diperlukan kehidupan politik bangsa yang sehat dan dinamis yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas politik yang bersadarkan Pancasila UUD ’45 ketahanan pada aspek politik dalam negeri adalah Sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum, mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat. Kepemimpinan nasional yang mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam masyarakat. Ketahanan pada aspek politik luar negeri = meningkatkan kerjasama internasional yang saling menguntungkan dan meningkatkan citra positif Indonesia. Kerjasama dilakukan sesuai dengan kemampuan dan demi kepentingan nasional. Perkembangan, perubahan, dan gejolak dunia terus diikuti dan dikaji dengan seksama.memperkecil ketimpangan dan mengurangi ketidakadilan dengan negara industri maju. Mewujudkan tatanan dunia baru dan ketertiban dunia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melindungi kepentingan Indonesia dari kegiatan diplomasi negatif negara lain dan hak-hak WNI di luar negeri perlu ditingkatkan 2.3 Aspek Ekonomi Ketahanan Ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan perekonomian bangsa dan negara berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Pencapaian tingkat ketahanan ekonomi memerlukan pembinaan sebagai berikut: Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan ekonomi : • Bumi dan sumber daya alam. • Modal. • Industrialisasi. • Teknologi • Hubungan ekonomi luar negeri • Prasarana • Manajemen 2.4 Aspek Sosial dan Budaya A. Perubahan Aspek Sosial dan Budaya Terhadap Perkembangan Masyarakat. Kebudayaan merupakan suatu sistem. Artinya, bagian-bagian dari kebudh itu saling berkaitan satu dengan lainnya. Perubahan satu unsur kebudayaan akan mempengaruhi unsur-unsur yang lainnya. Hal ini bisa kita lihat contohnya ketika program listrik masuk desa mula-mula dijalankan. Masuknya listrik ke pedesaan yang sebelumnya tidak ada listrik, membawa perubahan besar dalam kehidupan penduduk desa yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani atau pengrajin tradisional. Dari kenyataan ini, perubahan-perubahan lainnya akan semakin terbuka dan berlangsung secara beruntun. Menurut Gillin dan Koenig, perubahan kebudayaan disebabkan oleh beberapa faktor internal maupun eksternal sebagai berikut : 1. Faktor Internal Ø Adanya kejenuhan atau ketidakpuasan individu terhadap sistem nilai yang berlaku di masyarakat. Ø Adanya individu yang menyimpang dari sistem sosial yang berlaku. Apabila hal ini dibiarkan, maka akan diikuti oleh individu-individu lainnya sehingga mendorong perubahan. Ø Adanya perubahan dalam jumlah dan komposisi penduduk. Pertumbuhan penduduk akan menyebabkan terjadinya perubahan unsur penduduk lainnya, seperti rasio jenis kelamin dan beban tanggungan hidup. Banyaknya pendatang dari etnis dan budaya lain juga akan merubah struktur sosial karena penduduk menjadi lebih heterogen. 2. Faktor Eksternal Ø Bencana alam antara lain gunung meletus, banjir, gempa bumi, atau tsunami. Bencana alam dapat menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan fisik sehingga menuntut manusia melakukan adaptasi terhadap lingkungan yang telah berubah tersebut. Biasanya untuk bertahan ataupun mengalami suatu bencana alam, manusia terkadang terlupa atau mungkin terpaksa melanggar nilai-nilai dan norma sosial yang telah ada. Hal ini dilakukan semata- mata untuk tetap bertahan dalam menghadapi perubahan lingkungan akibat bencana alam tersebut. Ø Peperangan selalu berdampak pada tingginya angka kematian, rusaknya berbagai sarana dan prasarana kebutuhan hidup sehari-hari, terjadinya kekacauan ekonomi dan sosial, serta tergoncangnya mental penduduk sehingga merasa frustasi dan tidak berdaya. Dalam kenyataan yang lebih memprihatinkan, peperangan seringkali diakhiri dengan penaklukan yang diikuti pemaksaan ideologi dan kebudayaan oleh pihak atau negara yang menang. Semua ini akan mengubah kehidupan masyarakat dan kebudayaannya. Ø Kontak dengan masyarakat lain yang berbeda kebudayaannya. Kontak dapat terjadi antar etnis di dalam suatu kawasan atau yang berasal dari tempat yang berjauhan. Interaksi antara orang atau kelompok yang berbeda etnis dan kebudayaan yang tinggi akan memperluas pengetahuan dan wawasan tentang budaya masing-masing, sehingga dapat menimbulkan sikap toleransi dan penyesuaian diri terhadap budaya lain tersebut. Sikap toleransi dan penyesuaian diri ini pada akhirnya akan mendorong terjadinya perubahan kebudayaan. B. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Proses Perubahan Aspek Sosial dan Budaya Dalam Masyarakat Perubahan sosial dan budaya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kebudayaan terdiri dari faktor yang mendorong dan faktor yang menghambat terjadinya perubahan sosial budaya seperti telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Faktor-faktor itu bisa berasal dari dalam maupun dari luar masyarakat. Berikut diuraikan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial budaya. Diantara berbagai Faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial budaya : 1. Kontak dengan kebudayaan lain 2. Sistem pendidikan formal yang maju. 3. Toleransi. 4. Sistem stratifikasi terbuka. 5. Penduduk yang heterogen. 6. Ketidakpuasan masyarakat terhadap berbagai bidang kehidupan. 7. Orientasi ke masa depan. 8. Pandangan bahwa manusia harus senantiasa berusaha untuk memperbaiki hidupnya. 2.5 Aspek Pertahanan Keamanan Pertahanan Keamanan di Indonesia merupakan kesemestaan daya upaya seluruh rakyatIndonesia sebagai satu sistem ketahanan keamanan negara dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan negara RI. Pertahanan keamanan negara RI dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan, menggerakkan seluruh potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat diseluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi. Penyelenggaraan ketahanan dan keamanan secara nasional merupakan salah satu fungi utama dari pemerintahan dan negara RI dengan TNI dan Polri sebagai intinya, guna menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional Indonesia. Wujud ketahanan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara (Hankamneg) yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman. Gejolak dalam negeri harus diwaspadai karena tidak menutup kemungkinan mengundang campur tangan asing (link up) dengan alasan-alasan: • Menegakkan HAM • Demokrasi • Penegakan hukum • Lingkungan hidup Mengingat keterbatasan yang ada, untuk mewujudkan postur kekuatan pertahanan keamanan kita mengacu pada negara-negara lain yang membangun kekuatan pertahanan keamanan melalui pendekatan misi yaitu untuk melindungi diri sendiri dan tidak untuk kepentingan invasi, yang terbagi menjadi sebagai berikut : 1. Perlawanan bersenjata = TNI, Polri, Ratih (rakyat terlatih) sebagai fungsi perlawananrakyat. 2. Perlawanan tidak bersenjata = Ratih sebagai fungsi dari TIBUM, KAMRA, LINMAS 3. Komponen pendukung sumber daya nasional sarana dan prasarana serta perlindungan masyarakat terhadap bencana perang. A. Pengaruh Aspek Pertahanan dan Keamanan. 1. Pokok-pokok Pengetahuan Pertahanan dan Keamanan. 2. Pertahanan dan keamanan Indonesia adalah kemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia. 3. Postur Kekuatan Pertahanan Dan Keamanan. 4. Ketahanan pada Aspek Pertahanan dan Keamanan. Ketahanan Pertahanan dan Keamanan yang diinginkan adalah kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi oleh kesadaran bela negara seluruh rakyat. 5. Keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia. Kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan Ketahanan Nasional yang mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya. dan pertahanan keamanan. B. Ketahanan pada Aspek Pertahanan dan Keamanan 1. Pertahanan dan keamanan harus dapat mewujudkan kesiapsiagaan serta upaya bela negara 2. Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatan 3. Pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan dimanfaatkan untuk menjamin pertahanan dan stabilitas keamanan 4. Potensi nasional dan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai harus dilindungi dari segala ancaman dan gangguan 5. Perlengkapan dan peralatan untuk mendukung pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan sedapat mungkin harus dihasilkan oleh industri dalam negeri, pengadaan dari luar negeri dilakukan karena terpaksa dimana indutri dalam negeri masih terbatas kemampuannya. Dengan demikian, Ketahanan Pertahanan dan Keamanan yang diinginkan adalah kondisi daya tangkal bangsa dilandasi oleh kesadaran bela Negara seluruh rakyat dan mengandung kemampuan memelihara stabilitas Pertahanan dan Keamanan. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Dari pembahasam diatas dapat di simppulkan bahwa wawasan Nusantara merupakan cara pandang Bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, laut dan udara di atasnya sebagai satu kesatuan Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Pertahanan Keamanan. 3.2 Saran Pertahanan dan keamanan Nasional yang semakin mendapat tantang oleh era globalisasi saat ini sangat perlu di waspadai oleh seluruh warga Negara. Maka dari itu perlunya sosialisasi terhadap masyarakat agar kembali mempererat kesatuan dan persatuan. Hal ini dapat menjawab tantangan yang di berikan dunia pada saat era globalisasi seperti saat ini. Jadi, marilah kita sadarkan diri kita masing – masing untuk membangun Indonesia yang kita cintai menjadi negara yang bermartabat dan memiliki moral yang baik di hadapan negara lain. Serta sudah saatnya kita sebagai rakyat Indonesia sadar untuk mematuhi semua peraturan – peraturan yang diberlakukan di mana saja. Karena majunya sebuah bangsa dan negara tergantung oleh rakyatnya masing – masing.

Aktualisasi Perwujudan Wawasan Nusantara Memperkokoh Ketahanan Nasional Dalam Permbangunan Menghadapi Era Globalisasi

Aktualisasi Perwujudan Wawasan Nusantara Memperkokoh Ketahanan Nasional Dalam Permbangunan Menghadapi Era Globalisasi NAMA : Muhammad Riszky NPM : 16113114 KELAS : 1 KA 05 Daftar isi Bab I Pendahuluan 1.1 Latar belakang …………………………………………………..1 1.2 Maksud dan tujuan………………………………………………2 1.3 ruang Lingkup……………………………………………………3 Bab II Pembahasan (Aktualisasi Perwujudan Wawasan Nusantara) 2.1 Aspek Ideologi………………………………………………4 2.2 Aspek Politik………………………………………………...8 2.3 Aspek ekonomi………………………………………………9 2.4 Aspek sosial budaya…………………………………………10 2.5 Aspek pertahanan keamanan………………………………..11 Bab III Penutup 3.1 Kesimpulan ……………………………………………….14 3.2 Saran………………………………………………………...15 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dimulai dari adanya gerakan-gerakan separatis yang bermunculan dari berbagai wilayah NKRI ini yang ingin memerdekakan wilayahnya masing-masing. Sementara itu pemerintah masih belum bisa mengambil tindakan tegas kepada pelaku yang mengganggu pertahanan dan keamanan Nasional. Bila keadaan bangsa ini dibiarkan terus larut kedalam situasi sebagaimana gambaran diatas, serta tanpa upaya nyata untuk segera mengatasinya, dapat dipastikan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia akan menjadi semakin rapuh. Sebagai wujud kepedulian dan tanggungjawab terhadap nasib bangsa saat ini penulisan ilmiah seperti ini juga berpengaruh. Karena di dalamnya terdapat berbagai aspek-aspek yang berpengaruh terhadap pertahanan dan keamanan Nasional. Dalam upaya mencapai tujuan nasional, setiap bangsa melakukan kegiatan pembangunan disegala bidang dengan berpedoman kepada wawasan nusantara yang memandang negara dan bangsanya sebagai satu kesatuan yang utuh. Dalam melakukan pembangunan, secara langsung maupun tidak langsung selalu akan menghadapi tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, untuk itu suatu bangsa perlu memiliki ketahanan, daya tahan, keuletan, dan ketangguhan guna menghadapi tantangan di era globalisasi seperti saat ini sehingga program pembangunan nasional dapat dilaksanakan dalam mencapai tujuan nasional. 1.2 Maksud Dan Tujuan A. Maksud Penulisan ilmiah ini disusun dengan maksud memberikan gambaran aktual tentang perkembangan situasi dan kondisi pertahanan dan keamanan. Sehingga menguatkan kesatuan dan persatuan bangsa yang saat ini sudah mulai memudar. Agar, bisa berhasil untuk menata kembali perikehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. B. Tujuan Penulisan ilmiah ini diharapkan menjadi acuan di dalam peningkatan kesatuan dan persatuan dalam masyarakat, memberikan inspirasi-inspirasi tentang penyelenggaraan pemantapan nilai‐nilai kebangsaan, sehingga proses perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi dan pengembangannya berjalan lancar, efisien dan efektif. 1.3 Ruang Lingkup Ruang lingkup dalam penulisan ilmiah ini adalah seluruh aspek yang bersangkutan terhadap pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu juga mencakup aspek-aspek pendukung kesatuan dan persatuan Negara ini. Sedangkan selain dari aspek-aspek tersebut penulisan ilmiah tidak memberikan ruang lingkup. Maka dari itu, sebagian aspek-aspek ini menjadi hal yang khusus di dalam penulisan ini. Dalam penulisan makalah ini penulis akan memberikan batasan masalah pada “Aktualisasi Perwujudan Wawasan Nusantara Memperkokoh Ketahanan Nasional dalam Pembangunan Menghadapi Era Globalisasi” yang mencakupi hal – hal penting dari segala aspek kehidupan antara lain: Ø Aspek Ideologi Ø Aspek Politik Ø Aspek Ekonomi Ø Aspek Sosial Budaya Ø Aspek Pertahanan dan Keamanan. BAB II Aktualisasi Perwujudan Wawasan Nusantara 2.1 Aspek Ideologi Dapat diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan ideologi bangsa Indonesia. Ketahanan ini diartikan mengandung keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia. A. Macam-macam Ideologi: A. Ideologi Dunia B. ideologi Pancasila 1. Aspek Ideologi Secara etimologis, ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu idea dan logia. Idea berasal dari idein yang berarti melihat. Idea juga diartikan sesuatu yang ada di dalam pikiran sebagai hasil perumusan sesuatu pemikiran atau rencana. Kata logia mengandung makna ilmu pengetahuan atau teori, sedang kata logis berasal dari kata logos dari kata legein yaitu berbicara. Istilah ideologi sendiri pertama kali dilontarkan oleh Antoine Destutt de Tracy (1754 - 1836), ketika bergejolaknya Revolusi Prancis untuk mendefinisikan sains tentang ide. Jadi dapat disimpulkan secara bahasa, ideologi adalah pengucapan atau pengutaraan terhadap sesuatu yang terumus di dalam pikiran. Menurut saya, ada dua jenis aspek ideologi yang kita kenal saat ini yaitu Ideologi Dunia danIdeologi Pancasila. A. Ideologi Dunia 1. Liberalisme Aliran pikiran perseorangan atau individualistik. Aliran pemikiran ini mengajarkan bahwa negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua individu dalam masyarakat itu (kontrak sosial). Liberalisme bertitik tolak dari hak asasi yang melekat pada manusia sejak ia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapa pun termasuk penguasa kecuali atas persetujuan yang bersangkutan. Paham Liberalisme mempunyai dasar-dasar kebabasan dan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individu secara mutlak, yaitu kebebasan mengejar kebahagiaan hidup di tengah-tengah kekayaan materil yang melimpah dan dicapai dengan bebas. 2. Komunisme Aliran pikiran golongan (class theory) yang diajarkan oleh Karl Marx, Engels dan Lenin pada mulanya merupakan kritik Kark Marx atas kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada awal revolusi industri. Aliran pemikiran ini beranggapan bahwa negara adalah susunan golongan (kelas) untuk menindas kelas lain. Golongan ekonomi kuat menindas ekonomi lemah. Golongan borjuis menindas golongan proletar (kaum buruh). Karena itu Marx menganjurkan agar kaum buruh mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan negara dari golongan kaya kapitalis dan borjuis agar kaum buruh dapat ganti berkuasa dan mengatur negara. Sesuai dengan aliran pikiran yang melandasi komunisme. 3. Faham Agama Negara membina kehidupan keagamaan umat dan bersifat spiritual religius. Bersumber pada falsafah keagamaan dalam kitab suci agama. Negara melaksanakan hukum agama dalam kehidupan dunia. B. Ideologi Pancasila Ideologi Pancasila Merupakan tatanan nilai yang digali (kristalisasi) dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia. Kelima sila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung didalamnya. Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan yang dari luar/dalam, langsung/tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia. Untuk mewujudkannya diperlukan kondisi mental bangsa yang berlandaskan keyakinan akan kebenaran ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara serta pengamalannya yang konsisten dan berlanjut. Distorsi pemahaman dan implementasi yang terjadi saat ini, dapat kita amati fenomenanya antara lain : • Terjadinya kemerosotan (dekadensi) moral, watak, mental dan perilaku/ etika hidup bermasyarakat dan berbangsa terutama pada generasi muda. • Gaya hidup yang Hedonistik, materialistik konsumtif dan cenderung melahirkan sifat ketamakan atau keserakahan, serta mengarah pada sifat dan sikap individualistik. • Timbulnya gejala politik yang berorientasi kepada kekuatan, kekuasaan dan kekerasan, sehingga hukum sulit ditegakkan. • Persepsi yang dangkal, wawasan yang sempit, beda pendapat yang berujung bermusuhan, anti terhadap kritik serta sulit menerima perubahan yang pada akhirnya cenderung anarkhis. • Birokrasi pemerintahan terlihat semakin arogan berlebihan, cenderung KKN dan sukar menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat. Pemberan-tasan korupsi yang berakar pada birokrasi ini yang terasakan amat sulit karena telah membudaya. Upaya memperkuat Ketahanan Ideologi memerlukan langkah pembinaan sebagai berikut: 1. Pengamalan pancasila secara obyektif dan subyektif 2. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia 3. Pendidikan moral Pancasila 4. Sesanti Bhineka Tunggal Ika dan konsep Wawasan Nusantara bersumber dari Pancasila 2.2 Aspek Politik Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan politik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan Negara Republik Indonesia berdasar Pancasila dan UUD 1945. Upaya mewujudkan ketahanan pada aspek politik sebagai berikut: A. Politik Dalam Negeri B. Politik Luar Negeri A. Politik Dalam Negeri 1. Sistem pemerintahan yang berdasarkan hokum 2. Mekanisme politik yang memungkinakan adanya perbedaan pendapat 3. Terjalin komunikasi politik timbal balik antara pemerintah dan masyarakat B. Politik Luar Negeri 1. Hubungan luar negeri ditujukan untuk meningkatkan kerjasama interansional di berbagai bidang. 2. Politik luar negeri terus dikembangkan menurut prioritas dalam rangka meningkatkan persahabatan dan kerjasama antar Negara 3. Peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilaksanakan dengan pembenahan sistem pendidikan, pelatihan dan penyuluhan 4. Perjuangan bangsa Indonesia yang menyakut kepentingan Nasional Politik Luar Negeri Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah bebas dan aktif. Bebas yaitu Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Aktif yaitu Indonesia dalam percayuran internasional tidak bersifat reaktif dan tidak menjadi obyek, tetapi berperan atas dasar cita-citanya. Untuk mewujudkan ketahanan aspek politik diperlukan kehidupan politik bangsa yang sehat dan dinamis yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas politik yang bersadarkan Pancasila UUD ’45 ketahanan pada aspek politik dalam negeri adalah Sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum, mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat. Kepemimpinan nasional yang mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam masyarakat. Ketahanan pada aspek politik luar negeri = meningkatkan kerjasama internasional yang saling menguntungkan dan meningkatkan citra positif Indonesia. Kerjasama dilakukan sesuai dengan kemampuan dan demi kepentingan nasional. Perkembangan, perubahan, dan gejolak dunia terus diikuti dan dikaji dengan seksama.memperkecil ketimpangan dan mengurangi ketidakadilan dengan negara industri maju. Mewujudkan tatanan dunia baru dan ketertiban dunia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melindungi kepentingan Indonesia dari kegiatan diplomasi negatif negara lain dan hak-hak WNI di luar negeri perlu ditingkatkan 2.3 Aspek Ekonomi Ketahanan Ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan perekonomian bangsa dan negara berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Pencapaian tingkat ketahanan ekonomi memerlukan pembinaan sebagai berikut: Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan ekonomi : • Bumi dan sumber daya alam. • Modal. • Industrialisasi. • Teknologi • Hubungan ekonomi luar negeri • Prasarana • Manajemen 2.4 Aspek Sosial dan Budaya A. Perubahan Aspek Sosial dan Budaya Terhadap Perkembangan Masyarakat. Kebudayaan merupakan suatu sistem. Artinya, bagian-bagian dari kebudh itu saling berkaitan satu dengan lainnya. Perubahan satu unsur kebudayaan akan mempengaruhi unsur-unsur yang lainnya. Hal ini bisa kita lihat contohnya ketika program listrik masuk desa mula-mula dijalankan. Masuknya listrik ke pedesaan yang sebelumnya tidak ada listrik, membawa perubahan besar dalam kehidupan penduduk desa yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani atau pengrajin tradisional. Dari kenyataan ini, perubahan-perubahan lainnya akan semakin terbuka dan berlangsung secara beruntun. Menurut Gillin dan Koenig, perubahan kebudayaan disebabkan oleh beberapa faktor internal maupun eksternal sebagai berikut : 1. Faktor Internal Ø Adanya kejenuhan atau ketidakpuasan individu terhadap sistem nilai yang berlaku di masyarakat. Ø Adanya individu yang menyimpang dari sistem sosial yang berlaku. Apabila hal ini dibiarkan, maka akan diikuti oleh individu-individu lainnya sehingga mendorong perubahan. Ø Adanya perubahan dalam jumlah dan komposisi penduduk. Pertumbuhan penduduk akan menyebabkan terjadinya perubahan unsur penduduk lainnya, seperti rasio jenis kelamin dan beban tanggungan hidup. Banyaknya pendatang dari etnis dan budaya lain juga akan merubah struktur sosial karena penduduk menjadi lebih heterogen. 2. Faktor Eksternal Ø Bencana alam antara lain gunung meletus, banjir, gempa bumi, atau tsunami. Bencana alam dapat menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan fisik sehingga menuntut manusia melakukan adaptasi terhadap lingkungan yang telah berubah tersebut. Biasanya untuk bertahan ataupun mengalami suatu bencana alam, manusia terkadang terlupa atau mungkin terpaksa melanggar nilai-nilai dan norma sosial yang telah ada. Hal ini dilakukan semata- mata untuk tetap bertahan dalam menghadapi perubahan lingkungan akibat bencana alam tersebut. Ø Peperangan selalu berdampak pada tingginya angka kematian, rusaknya berbagai sarana dan prasarana kebutuhan hidup sehari-hari, terjadinya kekacauan ekonomi dan sosial, serta tergoncangnya mental penduduk sehingga merasa frustasi dan tidak berdaya. Dalam kenyataan yang lebih memprihatinkan, peperangan seringkali diakhiri dengan penaklukan yang diikuti pemaksaan ideologi dan kebudayaan oleh pihak atau negara yang menang. Semua ini akan mengubah kehidupan masyarakat dan kebudayaannya. Ø Kontak dengan masyarakat lain yang berbeda kebudayaannya. Kontak dapat terjadi antar etnis di dalam suatu kawasan atau yang berasal dari tempat yang berjauhan. Interaksi antara orang atau kelompok yang berbeda etnis dan kebudayaan yang tinggi akan memperluas pengetahuan dan wawasan tentang budaya masing-masing, sehingga dapat menimbulkan sikap toleransi dan penyesuaian diri terhadap budaya lain tersebut. Sikap toleransi dan penyesuaian diri ini pada akhirnya akan mendorong terjadinya perubahan kebudayaan. B. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Proses Perubahan Aspek Sosial dan Budaya Dalam Masyarakat Perubahan sosial dan budaya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kebudayaan terdiri dari faktor yang mendorong dan faktor yang menghambat terjadinya perubahan sosial budaya seperti telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Faktor-faktor itu bisa berasal dari dalam maupun dari luar masyarakat. Berikut diuraikan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial budaya. Diantara berbagai Faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial budaya : 1. Kontak dengan kebudayaan lain 2. Sistem pendidikan formal yang maju. 3. Toleransi. 4. Sistem stratifikasi terbuka. 5. Penduduk yang heterogen. 6. Ketidakpuasan masyarakat terhadap berbagai bidang kehidupan. 7. Orientasi ke masa depan. 8. Pandangan bahwa manusia harus senantiasa berusaha untuk memperbaiki hidupnya. 2.5 Aspek Pertahanan Keamanan Pertahanan Keamanan di Indonesia merupakan kesemestaan daya upaya seluruh rakyatIndonesia sebagai satu sistem ketahanan keamanan negara dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan negara RI. Pertahanan keamanan negara RI dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan, menggerakkan seluruh potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat diseluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi. Penyelenggaraan ketahanan dan keamanan secara nasional merupakan salah satu fungi utama dari pemerintahan dan negara RI dengan TNI dan Polri sebagai intinya, guna menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional Indonesia. Wujud ketahanan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara (Hankamneg) yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman. Gejolak dalam negeri harus diwaspadai karena tidak menutup kemungkinan mengundang campur tangan asing (link up) dengan alasan-alasan: • Menegakkan HAM • Demokrasi • Penegakan hukum • Lingkungan hidup Mengingat keterbatasan yang ada, untuk mewujudkan postur kekuatan pertahanan keamanan kita mengacu pada negara-negara lain yang membangun kekuatan pertahanan keamanan melalui pendekatan misi yaitu untuk melindungi diri sendiri dan tidak untuk kepentingan invasi, yang terbagi menjadi sebagai berikut : 1. Perlawanan bersenjata = TNI, Polri, Ratih (rakyat terlatih) sebagai fungsi perlawananrakyat. 2. Perlawanan tidak bersenjata = Ratih sebagai fungsi dari TIBUM, KAMRA, LINMAS 3. Komponen pendukung sumber daya nasional sarana dan prasarana serta perlindungan masyarakat terhadap bencana perang. A. Pengaruh Aspek Pertahanan dan Keamanan. 1. Pokok-pokok Pengetahuan Pertahanan dan Keamanan. 2. Pertahanan dan keamanan Indonesia adalah kemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia. 3. Postur Kekuatan Pertahanan Dan Keamanan. 4. Ketahanan pada Aspek Pertahanan dan Keamanan. Ketahanan Pertahanan dan Keamanan yang diinginkan adalah kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi oleh kesadaran bela negara seluruh rakyat. 5. Keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia. Kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan Ketahanan Nasional yang mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya. dan pertahanan keamanan. B. Ketahanan pada Aspek Pertahanan dan Keamanan 1. Pertahanan dan keamanan harus dapat mewujudkan kesiapsiagaan serta upaya bela negara 2. Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatan 3. Pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan dimanfaatkan untuk menjamin pertahanan dan stabilitas keamanan 4. Potensi nasional dan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai harus dilindungi dari segala ancaman dan gangguan 5. Perlengkapan dan peralatan untuk mendukung pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan sedapat mungkin harus dihasilkan oleh industri dalam negeri, pengadaan dari luar negeri dilakukan karena terpaksa dimana indutri dalam negeri masih terbatas kemampuannya. Dengan demikian, Ketahanan Pertahanan dan Keamanan yang diinginkan adalah kondisi daya tangkal bangsa dilandasi oleh kesadaran bela Negara seluruh rakyat dan mengandung kemampuan memelihara stabilitas Pertahanan dan Keamanan. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Dari pembahasam diatas dapat di simppulkan bahwa wawasan Nusantara merupakan cara pandang Bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, laut dan udara di atasnya sebagai satu kesatuan Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Pertahanan Keamanan. 3.2 Saran Pertahanan dan keamanan Nasional yang semakin mendapat tantang oleh era globalisasi saat ini sangat perlu di waspadai oleh seluruh warga Negara. Maka dari itu perlunya sosialisasi terhadap masyarakat agar kembali mempererat kesatuan dan persatuan. Hal ini dapat menjawab tantangan yang di berikan dunia pada saat era globalisasi seperti saat ini. Jadi, marilah kita sadarkan diri kita masing – masing untuk membangun Indonesia yang kita cintai menjadi negara yang bermartabat dan memiliki moral yang baik di hadapan negara lain. Serta sudah saatnya kita sebagai rakyat Indonesia sadar untuk mematuhi semua peraturan – peraturan yang diberlakukan di mana saja. Karena majunya sebuah bangsa dan negara tergantung oleh rakyatnya masing – masing.

Senin, 11 November 2013

Definisi batch file

Batch atau File Batch adalah sebuah file text yang berisi beberapa seri perintah yang secara segaja untuk di eksekusi oleh command interpreter. atau dapat didefinisikan juga batch merupakan kumpulan perintah-perintah command line yang dapat dijalankan pada Microsoft Windows. File batch biasanya berekstensikan .bat atau .cmd. Pemrograman Batch sangat sederhana, cukup ketik source code program pada notepad atau text editor lainnya lalu simpan dengan ekstensi .bat. Untuk awalnya buka notepad terlebih dahulu yang dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
Klik Start >> All Programs >> accessories >> Notepad.
Klik kanan di tengah desktop >> New >> Text Document >> Lalu klik icon text documentnya. Setelah muncul notepadnya, barulah anda mengetikan command-command batch nya di notepad tersebut. Untuk hal pertama coba dulu dengan command yang sederhananya sebagai berikut.
@echo off
::Tidak menampilkan tulisan
echo Selamat Pagi!
::Menulis pesan selamat pagi ke layar pause
::Pause menunggu user untuk menghentikan program
Kemudian setelah itu klik File >> Save As >> nama.bat atau coba.bat
Perlu diingat disini, ekstensi file tersebut haruslah *.bat (ekstensi adalah kata setelah titik) yang menandakan file tersebut adalah file *.bat. hmm bukan hanya itu saja sebenranya command yang dapat kita buat tetapi masih banyak lagi command-command dengan variasi yang sangat sulit untuk dipelajari. dan masih banyak lagi file batch yang dapat kita buat tetapi sebelumnya mari kita pelajari mengenai beberapa syntax batch file.
Beberapa Command Batch.
› Copy = membuat duplikat suatu file ke directory lainnya.
› Del = Menghapus sebuah file dari suatu directory.
› Echo = menulis pesan ke layar, sedangkan untuk syntax echo off, digunakan untuk meniadakan tampilan echo.
› Goto = melompat dari suatu syntax ke label.
› Help = melihat command batch lainnya.
› Start = menjalankan suatu program.
› Pause = Merupakan perintah untuk meminta satu ketikan tombol sembarang, dimana pesan yang ditampilkan adalah Press any key to continue...Untuk menghilangkan pesan ini dapat diketikkan PAUSE > NUL.
› If = Digunakan untuk memeriksa kondisi tertentu jika kondisi tersebut tersedia.
› Rem = Kependekan dari REMARK merupakan suatu perintah yang mengakibatkan suatu baris perintah menjadi tidak berfungsi, akan diabaikan dan tidak diproses.
› Cls = Sama seperti perintah DOS, yaitu digunakan untuk menghapus layar.
› Exit = keluar dari jendela DOS jika file batch berjalan dari Windows.
Beberapa Operator.
@ = berguna untuk membuat syntax menjadi tidak kelihatan di layar atau untuk tidak menampilkan baris perintah disebelah kanan layar.
: = tanda label.
> = menuliskan sesuatu dengan meniban isi file yang sudah ada.
>> = menuliskan sesuatu pada garis baris yang baru.
:: = komentar, tidak dieksekusi.
sumber :
http://kepenakwae.blogspot.com/2013/03/definisi-batch-file.html

jenis-dan-macam-macam-versi-android

Awal sejarahnya sebenarnya android bukanlah milik dari google, sebelumnya Android inc Perusahaan software kecil ini didirikan oleh para senior lulusan IT dan Comunications tepatnya pada bulan Oktober 2003, para pendirinya antara lain adalah: Andy Rubin, Rich Minner, Chris White dan Nick Sears, dan kemudian semua sahamnya dibeli sama mbah google.
Android sendiri merupakan sistem operasi yang berbasis linux yang terlihat dari kernelnya, dan dibuat khusus untuk telepon selular pada awalnya. Berikut ini rangkaian versi android dari yang awal sampai yang terbaru sampai saat ini banyak dipakai :
1. Android versi 1.0 Beta
Android Beta, pertama kali di rilis tanggal 5, November, 2007, dan versi SDK (Software developer Kit) beta di rilis tanggal 12, November di tahun yang sama.
2. Android versi 1.1
Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.
3. Android versi 1.5 (Cupcake)
Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.
4. Android versi 1.6 (Donut)
Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.
5. Android versi 2.0/2.1 (Eclair)
Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.
Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps - aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.
Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs Internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.
6. Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)
Pada 20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo) diluncurkan. Perubahan-perubahan umumnya terhadap versi-versi sebelumnya antara lain dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja dan aplikasi 2 sampai 5 kali lebih cepat, intergrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google Chrome yang mempercepat kemampuan rendering pada browser, pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuan WiFi Hotspot portabel, dan kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market.
7. Android versi 2.3 (Gingerbread)
Pada 6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread) diluncurkan. Perubahan-perubahan umum yang didapat dari Android versi ini antara lain peningkatan kemampuan permainan (gaming), peningkatan fungsi copy paste, layar antar muka (User Interface) didesain ulang, dukungan format video VP8 dan WebM, efek audio baru (reverb, equalization, headphone virtualization, dan bass boost), dukungan kemampuan Near Field Communication (NFC), dan dukungan jumlah kamera yang lebih dari satu.
8. Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)
Android Honeycomb dirancang khusus untuk tablet. Android versi ini mendukung ukuran layar yang lebih besar. User Interface pada Honeycomb juga berbeda karena sudah didesain untuk tablet. Honeycomb juga mendukung multi prosesor dan juga akselerasi perangkat keras (hardware) untuk grafis. Tablet pertama yang dibuat dengan menjalankan Honeycomb adalah Motorola Xoom. Perangkat tablet dengan platform Android 3.0 akan segera hadir di Indonesia. Perangkat tersebut bernama Eee Pad Transformer produksi dari Asus. Rencana masuk pasar Indonesia pada Mei 2011.
9. Android versi 4.0 (ICS :Ice Cream Sandwich)
Diumumkan pada tanggal 19 Oktober 2011, membawa fitur Honeycomb untuk smartphone dan menambahkan fitur baru termasuk membuka kunci dengan pengenalan wajah, jaringan data pemantauan penggunaan dan kontrol, terpadu kontak jaringan sosial, perangkat tambahan fotografi, mencari email secara offline, dan berbagi informasi dengan menggunakan NFC.
10. Android versi 4.1 (Jelly Bean)
Android Jelly Bean yang diluncurkan pada acara Google I/O lalu membawa sejumlah keunggulan dan fitur baru. Penambahan baru diantaranya meningkatkan input keyboard, desain baru fitur pencarian, UI yang baru dan pencarian melalui Voice Search yang lebih cepat. Tak ketinggalan Google Now juga menjadi bagian yang diperbarui. Google Now memberikan informasi yang tepat pada waktu yang tepat pula. Salah satu kemampuannya adalah dapat mengetahui informasi cuaca, lalu-lintas, ataupun hasil pertandingan olahraga. Sistem operasi Android Jelly Bean 4.1 muncul pertama kali dalam produk tablet Asus, yakni Google Nexus 7.
11. Android versi 4.2 (Jelly Bean)
Fitur photo sphere untuk panaroma, daydream sebagai screensaver, power control, lock screen widget, menjalankan banyak user (dalam tablet saja), widget terbaru.
Android 4.2 Pertama kali dikenalkan melalui LG, yakni Google Nexus 4.
sumber:
http://enam5.blogspot.com/2013/06/jenis-dan-macam-macam-versi-android.html

Cara Jailbreak iOS 6.1.3 Menggunakan Sn0wbreeze 2.9.14

Hal uang di perlukan :
Sn0wbreeze 2.9.14
File iPSW iOS 6.1.3
Step 1 : Buka Sn0wbreeze di PC anda, Dengan cara Klik Kanan dan pilih "Run As Administrator"
Step 2 : Klik Tombol yang berwarna biru yang berada di sudut kanan Bawah
Step 3 : Klik Browser for an IPSW dan Pilih File iPSW iOS 6.1.3 yang sudah anda download atau sudah persiapkan sebelumnya.
Step 4 : Ketika File Firmware sudah terverifikasi, Selanjutnya Pilih Simple Mode.
Step 5 : Sn0wbreeze akan menampilkan Pemberitahuan Tetantang aktivasi iPhone, Pilih "Yes" jika iPhone anda jenis SU agar bisa di Unlock kembali menggunakan Ultrasn0w dan Pilih "No" jika iPhone anda FU.
Step 6 : Pada point ini Sn0wbreeze akan mulai membuat File CTF untuk iPhone, iPod anda. So anda hanya cukup bersabar sampai Sn0wbreeze menyelesaikan Tugasnya.
Step 7 : Setelah selesai File Custom Firmware yang telah di buat Oleh Sn0wbreeze akan tersimpan di Desktop anda.
Step 8 : Nah selanjutnya anda akan di pandu untuk memposisikan iPhone, iPod anda ke dalam DFU mode. Silahkan ikuti panduan Untuk masuk DFU mode yang tampil di Layar Sn0ebreeze.
Step 9 : Setelah anda berhasil masuk di DFU Mode, Buka iTunes dan iPhone, iPod anda akan terdetectsi sebagai Recovery Mode.
Step 10 : di iTunes Tekan & tahan tombol Shift dan kemudian klik tombol "Restore". Dan Cari File custom firmware yang sudah di buat Oleh Sn0wbreeze yang berada di Desktop Komputer anda.
Step 11 : Silahkan Tunggu Sampai iPhone, iPod anda berhasil di Restore menggunakan File Custom Firmware.
Untuk Justboot Menggunakan iBooty silahkan Baca artikel ini untuk melakukan Justboot
Hal uang di perlukan :
Sn0wbreeze 2.9.14
File iPSW iOS 6.1.3
Step 1 : Buka Sn0wbreeze di PC anda, Dengan cara Klik Kanan dan pilih "Run As Administrator"
Step 2 : Klik Tombol yang berwarna biru yang berada di sudut kanan Bawah
Step 3 : Klik Browser for an IPSW dan Pilih File iPSW iOS 6.1.3 yang sudah anda download atau sudah persiapkan sebelumnya.
Step 4 : Ketika File Firmware sudah terverifikasi, Selanjutnya Pilih Simple Mode.
Step 5 : Sn0wbreeze akan menampilkan Pemberitahuan Tetantang aktivasi iPhone, Pilih "Yes" jika iPhone anda jenis SU agar bisa di Unlock kembali menggunakan Ultrasn0w dan Pilih "No" jika iPhone anda FU.
Step 6 : Pada point ini Sn0wbreeze akan mulai membuat File CTF untuk iPhone, iPod anda. So anda hanya cukup bersabar sampai Sn0wbreeze menyelesaikan Tugasnya.
Step 7 : Setelah selesai File Custom Firmware yang telah di buat Oleh Sn0wbreeze akan tersimpan di Desktop anda.
Step 8 : Nah selanjutnya anda akan di pandu untuk memposisikan iPhone, iPod anda ke dalam DFU mode. Silahkan ikuti panduan Untuk masuk DFU mode yang tampil di Layar Sn0ebreeze.
Step 9 : Setelah anda berhasil masuk di DFU Mode, Buka iTunes dan iPhone, iPod anda akan terdetectsi sebagai Recovery Mode.
Step 10 : di iTunes Tekan & tahan tombol Shift dan kemudian klik tombol "Restore". Dan Cari File custom firmware yang sudah di buat Oleh Sn0wbreeze yang berada di Desktop Komputer anda.
Step 11 : Silahkan Tunggu Sampai iPhone, iPod anda berhasil di Restore menggunakan File Custom Firmware.
sumber :
http://hyllal-netheroes.blogspot.com/2013/04/cara-jailbreak-tethered-ios-6-1-3-menggunakan-sn0wbreeze-2-9-1-4.html

Cara Root Android dengan Mudah

Jika Anda pengguna perangkat Android, pasti tidak asing lagi dengan yang namanya rooting atau root. Buat anda yang belum paham tentang apa itu yang disebut dengan root sini akan saya jelaskan beserta dengan fungsinya:
Root dalam sistem operasi Android merupakan suatu cara agar anda bisa menambah ataupun mengurangi juga merubah data atau file yang ada pada smartphone sesuai dengan keinginan anda. Namun yang perlu diingat efek dari langkah ini adalah garansi asli dari pabrik akan hilang, serta keamaan smartphone sangat rentan. Namun buat anda yang ingin mencoba tidak perlu kuatir, dibawah ini saya akan menuliskan cara root android dengan mudah.
Tips Root Smartphone Android Dengan Mudah:
1.Download aplikasi atau file update.zip, simpan file tersebut pada memori eksternal tapi jangan dimasukan dalam folder.
2.matikan smartphone anda. Tekan tombol Power + Home dan Volume Up secara bersamaan sampai muncul tombol recovery. Lalu gunakan tombol Volume Up dan Volume Down untuk memilih menu yang akan anda tuju. Dan pilih menu Aply Update to Sdcard, kemudian pilih file yang anda download tadi update.zip dan tekan tombol home.
Tunggu sampai proses tersebut selesai, lalu reboot smartphone anda. Proses root sudah selesai dan dalam smartphone anda sudah ada aplikasi baru yang bernama SuperUser yang bisa anda gunakan sesuai dengan keinginan anda. Semoga tips cara root android diatas bisa bermanfaat buat anda.
Jangan lupa bagikan juga pada sahabat atau saudara anda yang saat ini sedang membutuhkan.
sumber :
http://oketekno.com/2079/cara-root-android.html

fungsi organisasi kepemudaan yg pernah di ikuti:

Dalam Organisasi kepemudaan adalah lembaga non formal yang tumbuh dan eksis dalam masyarakat antara lain ikatan remaja masjid, kelompok pemuda (karang taruna) dan Anggota dari Organisasi tersebut tentu saja adalah para pemuda dan pemudi. Organisasi kepemudaan lebih mengarah kepada kegiatan sosial karena merupakan wujud kesadaran untuk membantu sesama.
Membentuk calon pemimpin-pemimpin di pemerintahan yang siap membela keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Walaupun memang tidak semua organisasi ini aktif dalam kegiatan politik, namun Pemuda juga telah dibekali dengan kemampuan untuk mengatur organisasi pemuda.
Ikut memperjuangkan kehidupan bangsa yang masih miskin dan sengsara sebagai akibat ketidakadilan, korupsi, dan penyelewengan, para oknum aparat Sebagai pembantu kontrol kebijakan pemerintah, maka dari itu pemuda sering di sebut Agent Social of Change Memperkukuh persatuan dan kesatuan yang tidak bisa dilakukan secara parsial, dan harus melibatkan semua komponen bangsa.
Pemuda harus dikembangkan dan ikut sertakan dalam Organisasi Masyarakat karena pemuda adalah aset negara, pemuda merupakan jiwa-jiwa yang berperan sebagai pengamat,pengerak,pengubah dan tidak lupa sebagai generasi penerus dan pengganti maka tak ada salahnya jika dibilang Semangat kepemudaan adalah semangat berkarya untuk bangsa.
Sumber :
http://pointofauthorities.blogspot.com/2011/12/peran-organisasi-pemuda-dalam.html

Fungsi keluarga dalam masyarakat:

Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang individu menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan diri dan melakukan hubungan – hubungan sosial di dalam masyarakat yang cukup majemuk.
Individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti ia berada pada suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, artinya akan dengan mudah dirumuskan gejala – gejalanya. Karena di sini akan terlibat individu sebagai perwujudan dirinya sendiri dan merupakan makhluk sosial sebagai perwujudan anggota kelompok atau anggota masyarakat.
Manusia sebagai makhluk individu yang hidup dalam keluarga dan bermasyarakat, dari hal tersebut akan terjadi keterkaitan dalam hal interaksinya dalam kehidupan bermasyarakat, oleh karena itu manusia hidup saling membutuhkan dan saling ketergantungan. Dari hal-hal tersebut akan membentuk suatu karakter yang unik dari individu-individu tersebut.
Sumber:
http://muchad.com/hubungan-antara-individu-keluarga-dan-masyarakat.html

Perpindahan penduduk dapat mengakibatkan percampuran budaya

MIGRASI
Migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu tmpat ke tempat yang lain. Migrasi itu dapat di bagi menjadi dua bagian yang pertama migrasi yang terjadi pada suatu wilayah di suatu negara dam yang ke dua migrasi yang melewati batas politik dan negara atau bisa disebut migrasi internasional jadi pada migrasi yang ini perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. Dengan kata lain migrasi itu dapat di artikan sebagai perpindahan penduduk yang sifatnya permanen dari suatu tempat atau wilayah ke tempat yang lain atau bisa juga perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara yang lainnya.
Migrasi dapat terjadi karena pada suatu tempat itu telah pnuh sesak oleh penduduk dan pada tempat tersebut sudah susah dan sulit untuk mencari pekerjaan, migasi dapat trerjadi dari desa ke kota atau dari kota ke desa, migrasi yang dilakukan oleh penduduk dari desa kkota biasaya dikarnakan di desa sulit untuk KEBUDAYAAN
Kebudayaan berasl dari kata Budaya yang dapat diartikan sbagai sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pngetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapt dalm pikiran manusia sehingga dalam kehidupan sehari – hari kebudayaan itu bersifat abstrak. sedangkan perwujudan dari kebudayaan yang berupa benda – benda yang diciptakan oleh manusia berupa prilaku manusia dan benda – benda yang bersifat nyata, contohnya :
pola prilaku, bahasa, logat bicara, religi, seni dan lain – lain yang semuanya di lakukan untuk melangsungkan kehidipan bermasyarakat. MIGRASI KEBUDAYAAN
Migrasi kebudayaan adalah perpindahan penduduk sekaligus menjadi perpindahan suatu kebudayaan yang memengaruhi di sekitar daerah migrasi tersebut. PERPINDAHAN PENDUDUK MENGAKIBATKAN PERCAMPURAN BUDAYA
Perpindahan penduduk mengakibatkan percampuran budaya karna penduduk yang berasal dari suatu daerah tertentu yang pindah ke daerah lain nya masih membawa kebudayaan asli dari dari darah asli penduduk tersebut maka dari itu terjadilah suatu percampuran kebudayaan.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya

Fungsi ilmu sosial dasar

*Didalam masa perkuliahan kita sebagai mahasiswa di harapkan menjadi lulusan atau sarjana yang mempunyai seperangkat kemampuan yang terdiri dari :
- Kemampuan akademik
- Kemampuan Profesi
- Kemampuan Pribadi
FUNGSI : Fungsi dari ilmu sosial dasar yaitu, memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala social kebudayaan agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan social budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya menjadi lebih besar.
Dengan seperangkat kemampuan yang dimiliki tersebut di atas, lulusan perguruan tinggi diharapkan menjadi sarjana yang cakap dan ahli di bidang yang ditekuninya, serta mau dan mampu mengapdikan keahliannya untuk kepentingan masyarakat Indonesia dan umat manusia pada umunya.
Untuk mewujudkannya para mahasiswa juga dituntut untuk percaya diri dalam bersosialisasi dengan orang lain, oleh sebab itu di perguruan tinggi, mahasiswa dibekali dengan ISD atau Ilmu Sosial Dasar. Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokan menjadi tiga :
1.Natural Sciences (Ilmu-Ilmu Alamiah), meliputi : Fisika, Kimia, Astronomi, Biologi dan lain-lain.
2.Social Sciences (Ilmu-Ilmu Sosial), meliputi : Sosiologi, Ekonomi, Politik Antropologi, Sejarah, Psikologi, Geografi, dan lain-lain
3.Humanities (Ilmu-Ilmu Budaya) meliputi : Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian, dan lain-lain
Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti : sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, pyscologi sosial.
Ilmu Sosial Dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan, karena masing-masing sebagai disiplin ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan. Ilmu Sosial Dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersindiri, karena ISD tidak mempunyai objek dan metode ilmiah tersendiri dan juga ia tidak mengembangkan suatu penelitian sebagaimana suatu disiplin ilmu, seperti ilmu-ilmu sosial di atas. Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau program pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan/pengajaran yang di Indonesia diberikan di Perguruan Tinggi. Tegasnya mata kuliah ISD diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dalam pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tangkap, presepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga lebih peka.
Tujuan Ilmu Sosial Dasar sebagai salah satu mata kuliah umum adalah mahasiswa ; a.Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
b.Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
c.Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya (mempelajarinya) secara kritis-interdisipliner.
d.Memahami jalan pikiran ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.
Jadi menurut saya sebagai mahasiswa mempunyai atau memahami Ilmu Sosial Dasar sangatlah penting dalam perkuliahan agar kemampuan yang kita punya bisa seimbang, tidak hanya hard skill dalam teknik yang kita tekuni melainkan softskill dalam menganalisa dan memahami teknik yang kita tekuni.
sumber: http://suhailykamil.wordpress.com/2010/11/26/fungsi-ilmu-sosial-dasar-dalam-perkuliahan/